Alamat

Jl. Jaksa Agung Suprapto No 76 Lamongan 62215, Tlp 0322-322834, 08885035624, 08123082211 (Hunting), Fax. 0322-314048

Selamat Hari Kesehatan Nasional, 12 November 2014

Mari membangun masyarakat yang semakin sehat bersama Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.

Medical Check Up RS Muhammadiyah Lamongan

Pastikan jaminan kesehatan anda, keluarga dan karyawan anda dengan mengikuti Medical Check up. Dapatkan paket dan harga istimewa di Klinik Medical Check Up RS Muhammadiyah Lamongan

Klinik Spesialis Mata RS Muhammadiyah Lamongan

Mata adalah jendela hati, jangan biarkan pandangan anda sirna, berkonsultasilah ke Klinik Spesialis Mata RS Muhammadiyah Lamongan

Klinik Gigi RS Muhammadiyah Lamongan

ketika anda merasa ngilu saat minum minuman dingin tentu terasa tak enak, pastikan kesehatan gigi anda pada ahlinya. Konsultasikan selalu kesehatan gigi anda ke Klinik Gigi RS Muhammadiyah Lamongan

Klinik Spesialis Penyakit Dalam RS Muhammadiyah Lamongan

Penderita Diabetes Mellitus, Hipertensi, Gastritis menahun dan penyakit kronis lainnya dapat tetap hidup sehat. Segeralah berkonsultasi dengan Klinik Spesialis Penyakit Dalam RS Muhammadiyah Lamongan

Poliklinik Spesialis RS Muhammadiyah Lamongan

Kini saatnya anda bergabung dengan kami untuk kesehatan anda. RS Muhammadiyah Lamongan telah membuka setiap hari Poli Klinik Spesialis untuk mengkonsultasikan kesehatan anda.

Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

13 Okt 2014

Gejala Penyakit Ambeien dan Cara Pengobatannya

Dilihat:

Ambeien merupakan penyakit yang terjadi pada sekitar bibir anus yang mengalami pembengkakan, bahkan terkadang disertai dengan pendarahan. Penyakit ambeien dan pengobatannya ini biasanya membutuhkan waktu relatif agak lama.
Umumnya penyakit ambeien ini terjadi disebabkan melakukan gerakan saat olahraga seperti angkat beban. Bisa juga pemicu penyakit ambeien ini karena kita terlalu sering duduk maupun berdiri, faktor keturunan, mengejan berlebihan saat buang air besar.

Gejala Penyakit Ambeien

gejala-penyakit-ambeien-cara-pengobatan
Secara umum, penyebab penyakit ambeien ini adalah karena terlalu keras saat mengejan. Penderita penyakit ambeien akan mengalami rasa panas dan juga gatal di bagian poros usus atau lubang pembuangan. Di bagian sekitar lubang pembuangan, muncul tonjolan atau benjolan kecil.
Pada saat buang air besar, penderita ambeien akan mengalami sakit yang cukup luar biasa dan juga sulit. Tak jarang, gejala penyakit ambeien ini disertai dengan pendarahan pada saat buang air besar.
Penyakit ambeien ini terdiri dalam 2 kategori baik dalam tanda maupun gejalanya. Ambeien pertama adalah ambeien internal yang menyebabkan pembengkakan di bagian rektrum sulit dilihat maupun diraba.
Pada tipe pertama ini, ambeien tidak akan terasa sakit, akan tetapi darah akan keluar dengan cara menetes dan juga mengalir. Parahnya, ambeien bisa keluar sendiri dari anus yang terlihat berwarna merah mudah. Penyakit ambeien dan pengobatannya ini bisa dilakukan dengan mendorong masuk kembali ambeien.

Cara Pengobatan Penyakit Ambeien

Berbeda dengan ambeien internal, ambeien eksternal ini tergolong dalam kategori berat. Umumnya penderita ambeien ini akan merasa gatal, sakit dan juga perih. Terlebih jika ambeien terdorong keluar pada saat buang air besar, maka akan terjadi penggumpalan trombosis yang akan mengakibatkan ambeien berwarna biru agak ke-unguan. Namun, jika anda maupun keluarga anda mengalami hal demikian, tak perlu khawatir sebab cara pengobatan penyakit ambeien bisa dilakukan dengan beberapa teknik pengobatan.
Penyakit ambeien dan pengobatannya bisa dilakukan dengan suntikan skleroterapi agar ambeien putus dan tidak sakit. Bisa juga dihancurkan dengan laser, arus listrik, sinar infra merah untuk mengobati penyakit ambeien ini. jika kesemua cara tersebut gagal, maka bisa dilakukan tindakan operasi sebagai solusi akhir.

8 Okt 2014

Kenali Penyakit Gondongan Pada Anak

Dilihat:

Gondongan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus sehingga menyebabkan pembengkakan pada bagian leher dan pipi. Virus yang menyebabkan penyakit gondongan pada anak adalah virus paramyxovirus.
Umumnya penyakit ini menyerang anak-anak usia 2 hingga 12 tahun. Namun, bisa juga terjadi pada orang dewasa sehingga bagian testis atau buah zakar, pankreas, saraf pusat, payudara dan juga organ lainnya.

Gejala Gondongan Pada Anak

penyakit-gondongan-pada-anak
Gejala gondongan pada anak ini biasanya dimulai dengan demam tinggi yang disertai sakit kepala, kehilangan nafsu makan, dan rahang terasa kaku. Selanjutnya, penyakit ini akan ditandai dengan munculnya pembengkakan kelenjar pada satu sisi saja.
Umumnya pembengkakan ini terjadi selama 3 hari saja dan berangsur mengempis. selain pembengkakan terjadi pada bawah rahang serta lidah, pada pria dewasa akan diikuti dengan pembengkakan testis yang disebabkan penyebaran virus melalui aliran darah.
Cara penularan penyakit gondongan ini bisa melalui percikan air ludah pada saat penderita mengalami bersin maupun batuk. Atau bisa juga melalui beberapa benda yang memang sudah terkontaminasi dengan air ludah penderita gondongan.
Biasanya anak akan kesulitan mengunyah maupun menelan pada sat makan. Maka penderita penyakit gondongan pada anak ini harus diberikan makanan yang lunak dan menghindari minuman asam sebab bisa menimbulkan nyeri.

Pengobatan Penyakit Gondongan Pada Anak

Untuk meredakan nyeri pada penderita gondongan, ibu bisa memberikan ibuprofen maupun acetaminophen yang dapat meredakan nyeri. Pengobatan penyakit gondongan pada anak bisa juga dilakukan dengan mengompres pada daerah pipi dan leher untuk mengurangi nyeri dan mengempeskan bengkak. Mengompres bisa dilakukan dengan air hangat kemudian air dingin. Lakukanlah secara bergantian dan intensif.
Pencegahan penyakit ini bisa dilakukan dengan memberikan vaksin berupa imunisasi rutin pada saat anak-anak. Imunisasi yang biasanya diberikan berupa MMR (mumps, morbili, rubela) pada saat anak berusia 5 bulan melalui injeksi.
Selain pada anak, imunisasi tersebut bisa juga diberikan untuk remaja maupun orang dewasa yang belum terkena penyakit gondongan. Selain itu, disarankan bagi yang belum terkena penyakit gondongan pada anak ini lebih memperbanyak konsumsi makanan beryodium agar dapat mengurangi resiko penyakit tersebut.

29 Sep 2014

Waspadai Kanker Serviks

Dilihat:

Bagi anda para wanita harus tahu bagaimana cara mencegah kanker serviks supaya anda tidak terkena salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh para wanita tersebut. Sebelum anda mengetahui pencegahannya, alangkah lebih baik jika anda juga mengetahui tentang gejala kanker serviks tersebut.
Kanker serviks atau kanker Rahim adalah kanker yang menyerang pada leher rahim perempuan yang disebabkan oleh virus HPV yang bisa ditularkan lewat kontak fisik. Sehingga, bagi para wanita harus sangat berhati-hati saat melakukan “hubungan” supaya penyakit tumor ganas ini tak bersarang ini rahim anda.

Cara Mencegah Yang Terkena Kanker Serviks

tanda-tanda-kanker-serviks
Kebanyakan wanita yang meninggal karena kanker serviks disebabkan oleh virus HPV tipe 16 dan 18 yang bisa ditularkan tidak hanya melalui cairan tetapi juga lewat sentuhan kulit. Selain itu, gaya yang hidup yang tidak sehat seperti merokok, bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan juga bisa memicu terjadinya kanker rahim ini.
Atau, bisa saja kanker ini menular lewat penggunaan WC umum yang tidak dijaga kebersihannya, maka anda harus benar – benar memperhatikan toilet yang anda gunakan. Ada lagi, melakukan hubungan “secara alami” kurang dari umur 16 tahun dan sering melahirkan juga dapat memicu kanker bersarang pada rahim anda.
Selain itu, tak hanya penyebab kanker saja yang perlu anda tahu. Tetapi, anda juga perlu tahu gejala yang ditimbulkan jika wanita terjangkit kanker ini sehingga nantinya anda bisa mengetahui cara mencegah kanker serviks sejak dini.

Tanda – Tanda Wanita Yang Terkena Kanker

Inilah beberapa tanda-tanda wanita yang terkena kanker, yang pertama adalah, wanita akan selalu sakit ketika melakukan “hubungan”, tak jarang diiringi dengan pendarahan. Kedua, mengalami keputihan terus menerus dan dalam jumlah yang banyak.
Ketiga, sering merasakan sakit pada daerah pinggul. Keempat, merasakan sakit pada saat buang air kecil. Terakhir, ketika menstruasi akan mengeluarkan darah dalam jumlah banyak.
Maka dari itu, inilah beberapa hal yang bisa anda lakukan sebagai pencegahan penyakit kanker rahim, antara lain: anda sebaiknya setia dengan satu pasangan saja, menerapkan gaya hidup sehat serta memperhatikan kebersihan genital, melakukan hubungan pada saat umur yang sudah ditentukan (>16 tahun), melakukan tes pamsmear secara teratur, dan melakukan suntik vaksin HPV. Semoga, artikel cara mencegah kanker serviks ini bisa berguna bagi seluruh wanita di dunia, khususnya wanita Indonesia.

28 Agu 2014

Gangguan Penyakit Kulit Pada Anak

Dilihat:

Inilah 5 ranking teratas gangguan penyakit kulit pada anak,Indra peraba yang berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh ini,selain memberikan perlindungan pertama terhadap lingkungan sekitar,juga membantu melindungi tubuh dari cedera,infeksi dan zat zat berbahaya. Itulah mengapa kesehatan kulit begitu mempengaruhi tubuh kembang anak.Berikut ini adalah beberapa penyakit kulit yang umum menyerang anak anak beserta cara pencegahan dan penanganannya :
1)   Biang Keringat
      Inilah gangguan kulit yang paling kerap dialami bayi dan anak anak.Banyaknya aktivitas,udara panas,pakaian terlalu tebal / ketat,atau demam tinggi memicu terjadinya gangguan yang sering kerap dikenal sebagai miliaria atau biang keringat atau keringat buntet. Gangguan kulit yang tergolong ringan ini umumnya ditandai bintik bintik melenting berair dan mengkilap dengan atau tanpa disertai rasa gatal.Rasa gatal dan perih biasanya timbul pada kasus biang keringat yang lebih berat.
 Pencegahan dan Penanganan
   Selesai beraktivitas,seka tubuh anak yang berkeringat dengan waslap basah,lalu keringkan dengan seksama sebelum dipakaikan baju ganti.Baju yang longgar dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat (katun),selain lebih nyaman bagi anak juga dapat menghindari dari keringat buntet.Perhatikan ventilasi ruangan di sekitar anak.Jaga kebersihan diri anak dengan mandi 2 kali setiap hari dengan menggunakan sabun.Berikan losion antigatal pada area yang terkena biang keringat.

2)    Eksim
       Eksim adalah penyakit peradangan pada kulit yang ditandai rasa gatal,bersifat kronis (hilang timbul),dan berhubungan dengan penyakit alergi lain,seperti asma.Sebagaian eksim akan tampak sebagai gelembung gelembung kecil berwarna merah berisi cairan jernih.Bila pecah,gelembung itu akan tampak basah,dan jika mengering bisa menjadi koreng kekuningan atau menghitam.Pada bayi,eksim sering muncul di daerah pipi.Orang awam menduga kemunculannya disebabkan tetesan susu di pipi yang tidak segera dibersihkan dan menyebutnya sebagai eksim susu.Sedangkan pada anak anak yang lebih besar muncul didaerah lekukan lengan dan lutut.Gangguan yang bisa timbul mulai usia 3-4 bulan dan dapat berlanjut hingga usia dewasa ini biasanya terpicu oleh kondisi kulit yang cenderung kering.
        Pencegahan dan Penanganan :
        Pemakaian losion pelembab,mandi dengan sabun yang lembut sdan air suam suam kuku dapat membantu mengurangi kekeringan kulit dan munculnya gejala gatal. Sedangkan solusinya perlu dikaitkan dengan penyebabnya.Eksim akibat iritasi sabun atau detergen diatasi dengan menghindarkan bahan bahan penyebab iritasi tersebut dari anak. Pilihlah kosmetik yang sesuai dengan kondisi kulit bayi / anak. Cermati kandungan zat pewarna dan bahan pengawet produk untuk kulit karena dapat memicu alergi dan eksim.perhatikan pula ph-nya
3)    Eksim Seboroik (Kerak Kulit Kepala)
       Kerak kulit kepala dialami hampir 50% bayi baru lahir. Gangguan kulit karena aktifnya kelenjar minyak pada bayi akibat pengaruh hormon dari ibu ini, bersifat sementara dan akan hilang sendiri seiring dengan berkurangnya kadar hormon ibu dalam tubuh si bayi.Kerak kepala berupa sisik pada kulit kepala yang berwarna kekuningan sebaiknya dibersihkan,karena selain menggangu penampilan dan membuat gatal,juga bisa menggangu pertumbuhan rambut bayi.
       Cara membersihkannya cukup sederhana :
       -   siapkan baby oil atau minyak kelapa,sisir sikat yang halus,sampo bayi dan waslap.gunakan hanya produk khusus bayi
       -   oleskan minyak pada kulit kepala bayi yang berkerak sambil dipijit perlahan,biarkan kira kira 12 jam atau diinapkan semalam,agar kerak melunak dan mudah dibersihkan.Anda bisa melakukanya pada saat bayi tidur,sisir rambut bayi menggunakan sisir sikat halus,sambil mengangkat kerak kepala yang terlepas,lakukan perlahan dan hati hati
       -   cuci rambut dan kulit kepala bayi dengan sampo kusus bayi dan air hangat,bilas sampai bersih,jika masih ada sisa kerak dikepalanya ulangi tahapan diatas keesokannya,jika perlu gunakan serangkaian produk bayi kusus untuk mengatasi dan mencegah kerak kepalayang cukup tebal dan melekat sebaiknya dikonsultasikan pada dokter spesial kulit karena memerlukan pengobatan lebih lanjut
       -   hindari membersihkan kerak kepala dengan paksa karena dapat mengundang luka hingga menimbulkan resiko infeksi.
4)   Cacar Monyet
       Cacar monyet (impetigo) dapat menyerang semua umur,tetapi risiko terbesar dihadapi anak anak usia sekolah (6-12) yang kurang menjaga kebersihan diri.Bakteri staphylococcus dan streptococcus yang masuk melalui luka,goresan,gigitan seranggga atau pada daerah kulit kering atau meradang dapat menjadi penyebab impetigo.Agar infeksi tidak menulari orang lain,hindari kontak dengan kulit penderita. Lenting berair atau lenting kekuningan (berisi nanah) pada cacar monyet dapat pecah dan meninggalkan kerak kekuningan,atau bercak kemerahan yang bersisik.
       Penanganan :
       Karena membutuhkan pengobatan antibiotik,anak perlu berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin.Untuk pertolongan pertama dan demi mencegah infeksi,basuh bagian tubuh anak yang terkena cacar monyet dengan sepotong kain bersih yang telah dibasahi dengna larutan cuka.Perhatikan juga kebersihan diri anak dari lingkunagn.Cucilah bagian yang terkena infeksi beberapa kali sehari dengan sabun antibakteri atau pembersih.Untuk  melunakkan keropeng dapat menggunakan minyak khusus bayi atau krim khusus untuk bayi.Gunting kuku anak yang menderita impetigo agar garukkannya tidak menyebabkan lemting pecah dan mnyebarkan cairannya kelokasi yang lain.
5)    Cacar Air
       Varisela (cacar air) biasanya diawali dengan demam dan sakit kepala selama 2-3 hari sebelum timbul lenting lenting berair kemerahan disertai adanya kerak kecoklatan yang tersebar hampir di seluruh tubuh.Selama gangguan kulitnya belum kering,penyakit dengan masa inkubasi 7-12 hari ini biasanya menular.Garukan yang terlalu kuat pada lentingan lentingan yang terjadi akan meninggalkan bekas luka ketika sembuh
       Penanganan :
       Pemberian obat antiviris yang diminum maupun dalam bentuk salep umumnya dapat mempersingkat sakit.Salep antivirus dioleskan pada setiap lentingan yang masih utuh maupun yang sudah pecah. tTerkadang,dokter memberikan antibiotik untuk mencegah komplikasi infeksi bakteri.Bedak dapat diberikan untuk mengurangi rasa gatal,meski bukan penyakit berat,demi mencegah terjadinya komplikasi dengan infeksi lain, maka kebersihan diri anak tetap harus diperhatikan,terutama jika tubuh anak berkeringat

25 Agu 2014

Neuropati Diabetik, Salah Satu Komplikasi Penyakit Diabetes

Dilihat:

Seorang dengan penyakit Diabetes Mellitus (DM) memang rawan mengalami komplikasi. Termasuk komplikasi pada saraf atau gangguan pada saraf akibat DM. Gangguan saraf pada penderita DM ini disebut dengan neuropati diabetika. Gangguan saraf pada penderita diabetes ini terjadi akibat kerusakan mikrovaskuler yang disebabkan oleh diabetes yang meliputi pembuluh darah yang kecil-kecil yang memperdarahi syaraf(vasa nervorum).
Neuropati Diabetika_wikipediaDokter Spesialis Saraf Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, dr Ani Rusnani Fibriani, SpS menjelaskan, neuropati diabetika adalah suatu gangguan pada syaraf perifer, otonom dan saraf cranial yang ada hubungannya dengan DM. Penyebab neuropati pada diabetes belum diketahui secara pasti. Beberapa dugaan muncul kerusakan saraf ini adalah suatu proses yang multifaktorial. Teori yang muncul mengatakan, hiperglikemia menyebabkan kadar glukosa intraseluler yang meningkat, sehingga terjadi kejenuhan(saturation) dari jalur glikolitik yang biasa digunakan (normal usedglycolitic pathway). Teori berikutnya adalahneurovaskuler/vaskuler (iskemik-hipoxik), menurut teori ini, maka terjadi iskemia endoneuralkarena meningginya resistensi endoneural-vaskuler terhadap darah yang hiperglikemik. “Dan masih ada beberapa teori lainnya, yang mendasari penyebab munculnya kerusakan saraf pada penderita diabetes,” katanya dalam sebuah Gathering DM di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, pekan lalu.
Dikatakannya, neuropati diabetika biasanya dimulai sebagai suatu disfungsi umum serabut saraf perifer yang asimptomatik. Biasanya disfungsi ini yang paling sering ditemukan adalah kecepatan hantar saraf yang abnormal atau penurunan respons denyut jantung terhadap nafas dalam atau terhadap tes valsava. Gejala yang sering muncul pada kondisi ini antara lain, mulai dari anggota bawah  akan muncul parestesi atau kesemutan, kemudian munculdisestesi atau sensasi beda dengan rangsang yang diberikan. Kemudian juga akan muncul rasa numbness atau rasa bebal atau kebas. Bisa juga akan muncul rasa nyeri. Sensitivitas sensoris dan termis juga berkurang  serta terjadi gangguan motorik otot kecil tangan dan kaki. “Ini biasanya akan muncul rasa letih dan lelah,” paparnya.
Diungkapkannya, tanda klinis pertama yang biasanya muncul bersamaan dengan menurunnya kecepatan hantar saraf adalah menurunnya atau hilangnya refleks tumit atau hilangnya sensasi vibrasi pada jari-jari kaki. Bila penyakit berlanjut akan timbul nyeri dengan derajat yang berbeda-beda, gangguan sensorik pada jari-jari kaki, kaki dan tungkai distal, gangguan refleks fisiologis disertai kelemahan otot-otot kecil dari kaki. Diperlukan lima kriteria untuk menetapkandiagnosa polineuropati diabetika. Kriteria pertama adalah pasien menderita diabetes mellitus berdasarkan kriteria National Diabetes Data Group. Kriteria selanjutnya diabetes melllitus telah menyebabkan hiperglikemia khronis untuk waktu yang lama. Kriteria selanjutnya adalah pasien menderita polineuropati yang predominan distal sensorimotorikpada ekstremitas bawah. Selain itu, ada juga kriteria retinopati diabetika atau nefropatihampir sama dengan polineuropati. “Ada beberapa kriteria untuk menentukan diagnosis penyakit ini,” paparnya.
Dia mengungkapkan, neuropati diabetika bisa timbul dalam berbagai bentuk gejala sensorik, motorik dan otonom. Gejala sensorik bisa merupakan gejala negatif atau positif, difus atau lokal. Gejala sensorik yang negatifadalah rasa tebal, tak merasa, gangguan berupa sarung tangan atau kaus kaki, seperti berjalan di atas tongkat jangkungan dan kehilangan keseimbangan terutama bila mata ditutup dan luka-luka yang tidak merasa sakit. Sedangkan gejala sensorik positif adalah rasa seperti terbakar, nyeri yang menusuk, rasa seperti kesetrum, rasa kencang dan hipersensitif terhadap rasa halus. Sementara gejala motorik dapat menyebabkan kelemahan yang distal, proksimal atau fokal. Gejala motorik distal termasuk gangguan koordinasi halus dari otot-otot tangan, tak dapat membuka kaleng atau memutar kunci, memukul-mukul kaki dan lecetnya jari-jari kaki.                 Gejala gangguan proksimal adalah gangguan menaiki tangga, kesukaran bangun dari posisi duduk atau berbaring, jatuh karena lemasnya lutut dan kesukaran mengangkat lengan di atas pundak. Sedangkan gejalaotonom dapat berupa gangguan sudo motorik.
Neuropati didiagnosa berdasarkan gejalanya dan pemeriksaan fisik, di mana harus diperiksa tekanan darah, denyut jantung, kekuatan otot, refleks dan sensivitas terhadap posisi, vibrasi suhu dan raba halus. Juga dapat dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan lain untuk membantu menentukan tipe dan seberapa beratnya kerusakan saraf yang terjadi. Seperti pemeriksaan kaki yang komprehensif. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memeriksa kulit, sirkulasi dan sensasi dengan menggunakan monofilamen nilon, bila ada gangguan kehilangan sensasi protektif akan ada risiko terjadinya luka pada kaki yang sukar sembuh. “Juga perlu diperiksa refleks dan vibrasi yang lebih sensitif dari rasa raba atau tekan,” jelasnya. Tri Sulistiyani

18 Jul 2014

Kanker Payudara?

Dilihat:

Kanker Payudara?

Gejala klinis terjadinya Kanker Payudara yang umum terjadi adalah sebagai berikut :
  1. Benjolan kecil pada payudara.Benjolan ini biasanya tidak nyeri dan ukuranya kecil. Tapi lama-lama membesar dan menempel pada kulit serta menimbulkan perubahan warna pada puting dan atau payudara.
  2. Eksema atau erosi pada putingSelanjutya, kulit atau puting tertarik kedalam (retraksi), warna pink atau kecoklatan sampai menjadi oedema yang menyebabkan menjadi seperti kulit jeruk, mengkerut dan menjadi borok. Borok membesar dan mendalam hingga bisa merusak payudara. Busuk dan berdarah.Ciri-ciri lainnya adalah terjadinya pendarahan pada puting. Sakit/nyeri bila tumor sudah besar dan timbul borok. Kemudian timbul pembesaran pada ketiak yaitu kelenjar getah bening, terjadi pembekakan pada lengan. Kemudian terjadi penyebaran kanker ke seluruh tubuh. Kanker payudara tingkat lanjut sangat mudah diketahui. Yaitu adanya pada kulit payudara yang cukup luas, serta ada nodul satelit. Adanya edema pada lengan, metastase jauh, terjadi ulserasi kulit, edema kulit,kulit terfiksasi. Adanya kelenjar getah bening aksila.
  3. Nipple discharge atau keluarnya cairanGejala yang ktiga adalah keluarnya cairan yang tidak wajar dan spontan dari putih atau yang disebut dengan nipple discharge. Kenapa cairan ini dikatakan tidak normal, tidak lain karena cairan normal hanya keluar pada ibu hamil, sedang menyusui atau yang memakai pilkontrasepsi.Ciri cairan ini, cairan berdarah encer, warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa dipijit. Keluar dengan terus menerus pada satu payudara. Bagi anda yang mengalami ciri-ciri ini harus waspada dan segera periksa ke dokter untuk mencegah kanker makin parah.

Penyebab terjadinya Kanker Payudara

Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya kanker payudara. Namun terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempengaruhi terjadinya kanker payudara. Yaitu :

Faktor risiko :

  1. Faktor reproduksi. Terjadinya nuliparitas, menarche pada wanita berusia muda, terjadinya menopause dan kehamilan pertama pada wanita berusia tua.
  2. Penggunaan hormonHarvard School of Public Health melaporkan bahwa terdapat para pengguna terapi estrogen replacement mengalami peningkatan terjadinya kanker payudara
  3. Memiliki penyakit fibrokistik.
  4. Obesitas atau kegemukan.
  5. Konsumsi lemak.
  6. Radiasi ionisasi yang terjadi selama atau sesudah pubertas dapat meningkatkan terjadinya resiko kanker payudara.

Faktor genetik :

Selain faktor-faktor diatas kanker payudara juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau faktor keturunan. Yaitu adanya mutasi pada beberapa gen yang dapat memicu terjadinya kanker payudara. Yaitu gen yang bersifat onkogendan gen yang bersifat mensupresi tumor. Diantaranya adalah gen BRCA2 dan BRCA1.

Pencegahan kanker payudara

  1. Pencegahan primer. Merupakan promosi kesehatan yang sehat. Yaitu melalui upaya menghindarkan diri dari Faktor Risiko diatas serta melakukan pola hidup sehat. Termasuk juga dengan pemeriksaan payudara sendiei alias SADARI.
  2. Pencegahan sekunder dilakukan pada wanita yang memiliki risiko terkena kanker payudara. Yaitu dengan melakukan deteksi dini dengan via skrining mammografi yang diklaim memiliki 90% akurat. Skrining berlaku untuk wanita usia 40 tahun keatas, wanita yang harus rujuk skrining setiap tahun dan wanita normal yang harus rujuk skrining tiap 2 tahun sekali hingga usia 50 tahun.
  3. Pencegahan tertier dilakukan pada wanita yang positif menderita kanker payudara. Ini penting untukmeningkatkan kualitas hidup serta mencegah komplikasi penyakit. Bisa berupa operasi, kemoterapisitostatika. Pada stadium tertentu hanya berupa simptomatik dan pengobatan alternatif.
Pengobatan kanker payudara.

Pengobatan kanker

  1. Mastektomi atau operasi pengangkatan payudara. Baik pengangkatan total payudara dan benjolak di ketiak, pengankatan payudara saja maupun pengangkatan sebagian pada bagian yang terdapat kanker saja.
  2. Radiasi yaitu proses penyinaran dengan sinar X dan sinar gamma pada bagian yang terkena kanker. Ini berfungsi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa setelah operasi.
  3. Kemoterapi yaitu pemberian obat-obatan anti kanker. Baik obat dalam bentuk pil cair/kapsul maupun melalui infus untuk membunuh sel kanker.
Sudah cukup jelas bukan sedikit info tentang kanker payudara diatas. Dengan begini kita terutama kaum wanita jadi lebih menjaga diri dan kesehatan. Untuk info lebih lanjut seputar kanker payudara ini bisa hubungi dokter terdekat.
Mastektomi, radiasi dan kemoterapi bukanlah jaminan untuk sembuh total dari kanker payudara. Maka dari itu lebih baik mencegah daripada mengobati. Pilih sehat apa pilih operasi Kanker Payudara hayoo?
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_payudara – Kanker Payudara

5 Jul 2014

Flu Singapura

Dilihat:

Flu Singapura
Jika anak anda menderita demam diikuti sariawan,  kemudian timbul bintik bintik kemerahan dan berair (mirip cacar air) ditangan dan kaki, waspadalah... Mungkin buah hati anda sedang menderita Flu Singapore!

Apa itu flu Singapore? Bagaimana tanda-tandanya? Apa penyebabnya dan bagaimana pengobatannya?

"Flu Singapore" sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia Penyakit Tangan, Kaki,dan Mulut (PTKM).

Penyakit ini sudah lama ada di dunia. Berdasar laporan yang ada, kejadian luar biasa penyakit ini sudah ada di tahun 1957 di Toronto, Kanada.
Istilah "Flu Singapore" muncul karena saat itu terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit ini di Singapura.Karena gejalanya mirip flu, dan saat itu terjadi di Singapura (dan kemudian juga terjadi di Indonesia), banyak media cetak yang membuat istilah "Flu Singapore", walaupun ini bukan terminologi yang baku.

Penyakit HFMD ini disebabkan karena infeksi virus Coxsackie, salah satu jenis Enterovirus.

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. PTKM adalah penyakit yang kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ). Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, walau bisa juga terkena.
Penularannya melalui jalur pencernaan dan saluran pernapasan, yaitu dari droplet (butiran ludah), pilek, air liur,tinja, cairan vesikel (kelainan kulit berupa gelembung kecil berisi cairan).
Penularan juga bisa terjadi melalui kontak tidak langsung yaitu melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan,dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa seperti lalat dan kecoa.

Gejala Flu Singapore:
Mula-mula demam 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), nafsu makan turun, pilek, ruam di bagian mulut, tangan dan kaki, dan mungkin di bagian popok.
Biasanya ditemukan 3-10 ulkus di mulut seperti sariawan terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Timbul ruam kulit berupa bintik kemerahan dan vesikel (lepuh memerah/blister yang kecil dan rata) pada tangan dan kaki.
Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat.

Pencegahan:
Pencegahan penyakit adalah dengan meningkatkan kebersihan (Higiene dan Sanitasi) lingkungan maupun perorangan. Cara yang paling gampang dilakukan adalah misalnya membiasakan selalu cuci tangan, khususnya sehabis berdekatan dengan penderita, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi.

Bila perlu anak tidak bersekolah selama satu minggu setelah timbul rash sampai panas hilang. Pasien sebenarnya tak perlu diasingkan karena ekskresi virus tetap berlangsung beberapa minggu setelah gejala hilang, yang penting menjaga kebersihan perorangan.

Pengobatan:
Penyakit ini tergolong "self limiting disease", alias bisa sembuh sendiri. Pengobatan spesifik untuk virus Coxsackie (penyebab flu Singapore) belum ditemukan. Penatalaksanaan hanya bersifat "simptomatik" atau mengobati keluhan yang timbul. Selain itu harus diperhatikan pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi.

By : dr H. Taufiqur Rahman, Sp.A